Sunday, 19 June 2022

Menuju Tenang

"...kupikir hidup sepenuhnya akan berjalan..."


2014


Lepas Wisuda dari kampus perantauan kuharap bisa pulang, mencari kerja seperti kebanyakan lulusan lainnya. Penuh dengan idealisme justru menjerumuskan


Apa, kerja sebagai PNS gada tantangan, kalimat sombong nan congak yang ditelan sendiri setelah hampir 7 tahun berjalan. kini Manusia manusia bodoh itu mengejar lagi keinginan menjadi PNS, dengan alasan... "mau cari worklife balanced"

Sebenarnya, apa yang kau kejar ? dirimu sendiri tak tahu arti nya.

Padahal, jika menuruti nasehat orang tua, dan Ridho Allah SWT, saat ini kamu mungkin sudah tenang. Menjalani hidup seperti seharusnya diusia yang tak lagi dua lima. Diterima sebagai auditor negara di lembaga prestige top tier dengan penempatan yang saat itu kau tak setuju, namun ternyata menenangkan

dasar manusia congkak


Tapi jika kau berkata dan mengingat lagi kesalahan itu, kau tak akan berjalan dan belajar...


-----

tapi ak lelah, saat ini seperti tak sanggup dan mampu. ini semua seperti tak seperti hatiku

seperti tidak sesuai diriku, dan kembali kuingat. Jika yang lalu lebih tepat ? 

saat ini diriku benar2 belajar,

bahwa tak semua yang kita inginkan justru kita mampu

dan jalan dlu yang tak pernah terpikirkan justru jalan yg paling tepat. dan itu kehendak Allah SWT

semoga ----


selalu ada kesempatan berikutnya....


Aaamiiin


Astaugfirullahal adzim

Sunday, 13 February 2022

Jejak Kecil

2000 - Sleman

kyiiit, kyiit, kyiit... bunyi kayuhan sepeda bmx lama dengan sedikit oli dipedalnya menelusuri hijau dan segarnya  udara pagi di selokan mataram...." bocah it tampak kelelahan mengikuti teman - temannya yang lebih dewasa agar tak tertinggal


2021 

ditahun itu, tak seperti sekarang, orang - orang penggemar sepeda mana yang tak mengenal track legendaris yang sempat diberikan testimoni oleh Artis Ibukota pemeran Cinta. Track menelusuri selokan mataram yang memiliki ke "khas" an it sudah ditelusuri bocah-bocah itu sedari kecil.

ditahun yang sama - Jakarta

"Remi melihat keluar atas pemandangan gedung - gedung bercahaya yang tampak megah, sambil menghirup nafas panjang. 

"sudah seminggu ini aku pulang diatas jam 10 malam, dan esoknya harus bangun pagi lagi. Dlu, lelah karena bersepeda dan bangun pagi lagi untuk bersepeda, terasa menyenangkan, Menjadi dewasa itu melelahkan." Keluh Remi

semenjak pindah demi meneruskan usaha keluarganya, remi harus rela menghabiskan waktu dari gedung tinggi satu ke gedung tinggi lainnya, dari satu presentasi ke presentasi lainnya. Hal itu cukup melelahkan, apalagi saat ini hobbi bersepedanya tak lagi tersalurkan diantara waktu yang cukup padat.

sambil menulis di note kecilnya,

Jejak Kecil, masihkan kau akan terus mengayuh ? 

Sunday, 23 June 2019

Kala. Kedua

Minggu, Siang hari yang menyengat .14.15

"Panas dan sumpek kota ini...seandainya pilihan bekerja banyak dan ada di kota asal mereka, pasti para pendatang itu lebih memilih bekerja dikota asalnya daripada harus memenuhi kota ini"

Lemparku saat melihat bising kendaraan lalu lalang sambil mendekatimu yang sedang menyeruput Es Dawet.

"Sabaar, sini duduk. "

"Pak ! Es nya tambah satu ini ya"
"Siaaap neng...!" suara Tukang es membalas suara sejuk dari dirinya

Sebenernya saya udah adem begitu melihat dirimu yang cukup tenang dan teduh meskipun minum di warung pinggir jalan seperti ini

tapi aku cukup membatinnya saja

Semenjak pertemuan kami, hal ini yang aku selalu rindukan dari dia,
seperti es diwaktu siang hari, dia mendadak menyejukkan hati dengan sikapnya yang tenang namun menghayutkan.

Sejenak kedewasaannya dalam menyikapi dan merespon sekitar membuatku tertegun, she's had a georgous personality, but she keep it in her ordinary way.

...kedewasan dan kesederhanaanya yang membuat diriku menyadari perempuan memang datang dari kelembutannya, ibu datang membawa kasihnya, dan anak gadis tersenyum manis dari sikap nya...

Mendadak dia melemparkan pertanyaan, mungkin lebih tepatnya statement.
"muka kusem banget ? nanti aku harus jaga kedai kayak biasanya nih,
I'll make you a cup of ice coffeee. Uda jangan dilipet trus mukanya..."

Untuk tipikal orang sepertiku yang sulit mengatakan rasa, dan ketika lelah datang saat kurang vakansi. Dia tetap tenang memberikan perhatian-perhatian kecil disaat aku merespon chatnya dalam bahasa yang kurang terbuka, atau mungkin dengan bahasa yang "cukup membuat ribut" karena lelahku.

Tapi tetap saja, kesejukkan yang terpancar dari dirinya, dirinya tidak pernah melepaskanku dalam kesendirian, baik melalu kata-kata maupun isi chatnya

dan di akhir dia selalu menimpali

"Ice coffee, Kala..."
sambil mengedipkan mata.

;)






Tuesday, 25 December 2018

After All

dan pada akhir
untuk ketakutan yang kumiliki
untuk kekhawatiran yang ada
dan untuk tanya yang tak terjawab

akankah?

----
teet..teet..teeet. suara wecker digital berbunyi. 04.35 aku me-set waktu agar terbangun sebelum shubuh. Sambil masih memejamkan mata, aku menekan tombol snooze... hmm 5 menit lagi tidakapalah memberi badanku sedikit istirahat.

namun, pada akhirnya aku memutuskan untuk mengambil air wudhu. hmmm,
untuk tujuanku, sebaiknya aku mulai memperbaiki diri (Pikirku)

akhirnya ak memutuskan mematikan alarm digital dan memulai ritual pagiku...

-----

berbagai keputusan telah dilalui selama 27 tahun. Keputusan yang mendewasakan,keputusan yang membahagiakan, bahkan tak jarang keputusan yang terlalu cepat diambil lantas menimbulkan tanya hingga saat ini. Apakah aku benar dalam mengambil keputusan ? akankah kedepan tetap baik dan lebih baik?

Semua tanya yang pasti ada

Namun pada akhirnya, setelah 27 tahun berlalu. Waktu mendewasakan terhadap pertemuan. Hati yang ada dikita, bukan milik kita. Pertemuan yang tak pernah terpikirkan akan berjalan hingga sejauh ini. Perkenalan yang dimulai dari rasa ingin tahu akan pandangan bersama kedepan, dan perkenalan  yang akhirnya memutuskan untuk datang sepenuhnya....

Tuhan, yang Maha Membolak Balikan Hati.
Aku percaya dan kuberikan keputusanku kepada-Mu,
keputusan terhadap yang terbaik kedepan
Kepada diri-Mu yang Maha Mengetahui
dan Maha Memiliki Perasaan
Cinta...


Terima kasih


----
28 Nov 2019
04.40...setelah 5menit bunyi bising itu mengganggu kamar sebelah

---
Wake Up Dear, I Love You . DK

Saturday, 11 August 2018

H.e.r

a little question was asked, "km lebih milih ngabisin duit buat jalan2 atau nabung buat nikah?"

pertanyaan yang nyleneh dan gabisa dipilih salah satu, karena pada intinya pengin keduanya. well, tapi karena keterbatasan dana dan biaya gedung itu mahal, saya sebagai an 8 to 5 person, mau ga mau harus memprioritaskan salah satu dan gabisa langsung memilih keduanya.

-------------------------------

Hari ke 367,

tepat setahun dua hari setelah pertemuan kami di pesawat menuju London waktu itu, saya tak pernah menyangka kita akan berteman dekat dalam waktu sesingkat ini. Terus terang, buku catatannya masih saya simpan dan belum saya kembalikan, bahkan mengakui buku itu aku temukan juga belum aku lakukan. Diantara aku ingin tetap menikmati tulisan-tulisannya, serta diantara aku ingin menikmati menjadi bagian dari inspirasi tulisanmu saat ini.

Ada satu bab dalam tulisan di bukumu, tentang perjalanan.

"dan aku menyeruput kopi sachet dalam cangkir kertas putih sembari menikmati pemandangan bukit Warinding di Pagi hari, Kopi sachet ini mendadak serasa kopi seduhan waralaba kopi terkenal di Ibukota, terlalu enak untuk dinikmati sendiri...

dan pada akhirnya saya sadar, tak ada tangan yang digenggam disamping saat ini
tak ada teman bercerita saat kita saling memandang pemandangan indah ini, bukan teman yang saling bertukar cerita di tempat kerja seperti biasa..."


---

Dari tulisanmu, kau telah menjejakan kaki diberbagai tempat eksotis di bumi pertiwi, semua kepulauan besar telah kau datangi, dan dengan waktu yang kau habiskan untuk berkeliling, kau lebih memilih berpergian sendiri...ntah kenapa, antara sifat introvertmu atau memang jadwal dengan teman yang sulit kau samakan ?

tapi dari tulisanmu juga, aku melihat dirimu kini mulai merasakan sepi itu, dan berharap ada tempat untuk berbagi cerita bersama saat itu juga tentang perjalanan.

---

Kita bertemu kembali di salah satu taman di sudut kampus perjuangan S2 ini,

"Hei, nglamun aja..." mendadak dia menepuk tanganku. "nglamunin apasih?'

           "Hahh....gapapa  kok, haha, habis kamu tadi tinggal nulis serius banget, sampe aku ngantuk"

"Wahaha, kebanyakan begadang tuh jadi bikin ngantuk. eh Btw, aku mau nanya....?"
            
            "Baru slese nglamun udah diuji aja dengan pertanyaan, mesti banget buk ? ", cetusku 

"Hahaha, iyaa dong, biar lebih jujur jawab pertanyaannya karena kaget"

              "Iyee buk, bawel...apaan emang ?'

"okey, one simple question, lebih milih nabung buat jalan-jalan, atau nabung buat nikah ?"

               " Nikah...udah bosen buat jalan sendiri, tapi nikahnya sama yang seneng jalan2 juga" jawabku dengan ekspresi seadanya karena memang masih kaget dengan pertanyaan tiba-tibanya yang selalu serius....


"Sama...." 

-------------------------






*dalam setiap hari yang sering kita habiskan bersama, dalam setiap kata dan tulisanmu, dan aku mulai mengenal dirimu...

Friday, 19 January 2018

Kala

Sabtu, Awal 2018. Pagi

Jakarta tak seperti biasanya, dingin...suasana musim hujan meredam sedikit hasrat para penghuninya diantara waktu dihari kerja.

Memberikan sela dan jeda untuk beristirahat dari rutinitas harian beserta deadline tak kunjung usai. Aku kembali menyeruput susu coklat hangat sembari membaca tulisan-tulisanmu dalam sebuah buku catatan.

"menarik, dan sejalan persepsi tentang kehidupan" pikirku

terus terang, aku tak pernah mengenal orang dibalik catatan ini secara langsung, bahkan bertemu. Yang aku tahu, seseorang secara tak sadar menjatuhkan buku setelah tergesa-gesa menutup backpacknya dan berlari mengejar commuter line selepas jam kantor di sebuah stasiun dibilangan Jakarta Selatan.

Pada awalnya aku berniat untuk mengembalikannya, dan mencoba mencari tahu pemilik buku ini dengan membaca tulisannya. Namun, aku justru membaca persepsi baru tentang perjalanan hidup seseorang, tentang sebuah titik dimana seseorang berjuang dan mencari arti kehidupan. Tentang bagaimana dia membuat keputusan seperti keputusan awal untuk menggunakan jilbab. Atau tentang saat dimana dia harus berjuang untuk sekedar menjaga uang kuliahnya terbayarkan tepat waktu, walaupun diposisinya saat ini, dirinya memiliki lebih untuk mampu keliling dunia.  

Tapi, diluar itu semua. Aku kagum dengan cara dirinya menyikapi tentang hidup dan perjuangan, sebuah sikap untuk tetap mengembalikan segala yang ia dapatkan kepada penciptanya, dan pengalaman menjadikan dirinya lebih dewasa, untuk mengajarkan yang lain bahwa semua berproses  untuk menjadi lebih baik, dan proses itu mengingatkan diriku pribadi, untuk lebih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, yang telah mengatur segala.

-----------

Aku menaruh kembali susu coklat yang sudah habis aku minum dan tak lupa memasukan buku catatan itu ke backpack sebelum berkemas.

----------

Bandara Soekarno - Hatta,  3.15 Sore, Ruang Tunggu T3


Terdengar suara petugas memanggil boarding. Aku tak ingin terburu menuju gate karena ini akan jadi long-haul flight yang cukup melelahkan, pikirku.

Sesampainya dikabin, aku menaruh backpack dan duduk di seat tengah, ak menghela nafas karena aku tak bisa melihat pemandangan sepanjang penerbangan. 

Tiba-tiba, seseorang perempuan berjilbab warna pastel dengan tas tangan menyapaku, "permisi mas, saya duduk disamping jendela."

Setelah kami kembali terduduk, dia mengeluarkan buku catatannya. Aku sedikit meliriknya menulis.

'Sepertinya, ak pernah tau bentuk tulisan tangan itu.."

dirinya tiba2 menjulurkan tangan dan membuka percakapan setelah berharap agar penerbangan ini lancar dengan sedikit turbulensi.

"Halo, saya Kala..."






Friday, 18 August 2017

bukan sebuah tempat yang berwarna

aku melihat hitam diantara waktu yang menyatu menderu
aku bukan hinggap diantara kesenangan dan tawa tawa diatas waktu
aku sendu yang menyapamu,
mengharap kau membagikan tawa bersama dirimu
kedalam hinggap diantara jemari-jemari hangat
kedalam asa yang kau bawa diantara sambungan rel-rel kereta
diantara stasiun - stasiun sebelum kita kembali bersama
diantara waktu yang tak pernah kudapati bersama
meskipun tawamu ada disampingku

Thursday, 18 May 2017

Tentang Perempuan. Kisah

Kisah


"tidur yuk, besok senin nih...we'll back to routinity...haha" she said,

"okey...goodnight...#wink" replied me.

"anw, thanks for unconditional short trip this weekend, it helps me regain my positive vibes..." haha. then she replied again.

"haha, tidur tidur.... nitey." sambil tersenyum saya lantas menjawabnya


-------------

Jumat, weekend sebelumnya. 08.30

i call her, as usually we will spend weekend together. ditengah meeting yang padat merayap di senin-jumat sebelumnya..

"haloo sha, so soooooooo soooo sorry ya weekend ini gabisa ketemu..." aku berceletuk begitu aku bertemu dirinya dimalam itu.

"makan malem yuk, setelah ini free kaan ? "

"iyee freee...weekend juga masih nanya free apa egak" she said

aku hanya tersenyum melihat ekspresi kesalnya namun sambil menahan lapar, haha, selalu...dirinya yang tetap lucu walaupun dengan ekspresi marahnya.

kita tiba disebuah restoran di daerah jakarta barat, sebuah restoran steak milik presenter olahraga terkenal di stasiun tv sebelah.

" jauh amat ngajakin makan sampe sini..." she said accidently 

" haha, biar gampang dan cepet kita ke bandara." jawabku

" hah ? Bandara ? ini jadi ?" dia bertanya keheranan

" iya, i already bought the ticket, bali... last flight."

"hhaahahahaa, tau aja sih km, okey, tapi aku bawa barang seadanya ni.." she smiled afterall.haha

" iyee, ngapain bawa banyak2, cm 2 hari juga. jangan ngarep lama2 liburannya. ini kan short escaped." jawabku setengah memberi tau kenyataannya.


"haha, iyaaaaa.....thankkkss ya"


----------------------------------------

# sebuah sancto villa di Ubud, kita menyepi dari rutinitas ibukota yang terasa sangat melelahkan. Menikmati pagi hari sambil menyeduh teh dengan pemandangan terasering sawah dikejauhan. dan lantas menikmati alunan musik jazz festival tahun tersebut."

Selamat berakhir pekan. ;)


Sunday, 7 May 2017

Tentang Perempuan. Pelukan

Semalam,

Jalanan Jakarta dingin selepas hujan disiang menjelang petang. aku bertemu dirinya....

---------


Pelukannya sungguh menenangkan, memberikan kehangatan selayaknya dunia yang kembali bersahabat dalam problemanya.

"tenang saja, semua akan baik-baik saja. Percayalah..."

Kata-kata lembut dirinya sungguh menenangkan, dirinya menjadikan semua rasa gundah yang aku rasa mendadak hilang seketika. Baru kali ini aku merasa dipeluk seperti dipeluk oleh wanita pertama yang kucintai, yaitu ibuku. Pelukannya disaat ini memberikan rasa nyaman yang berbeda dari biasanya. Memberikan semangat kembali dan rasa optimis bahwa keputusan yang aku ambil adalah hal yang benar. Pelukan yang menjawab pertanyaan tentang apa yang harus aku lakukan saat ini. Pelukan yang datang tanpa aku harus meminta ditengah rasa takut yang kian menjalar. Takut akan kegagalan-kegagalan yang kembali akan terulang.

Aku tidak berkata banyak, setelah kutekan nomor telepon dirinya, dan mengatakan.

"sha, bisa ketemu hari ini ? aku pengin cerita"

and then she said,

"oke ky, ditempat biasa ya...i hope you doing well after all."

--

dirinya bisa melihat muka letihku dari kejauhan, senyum sapa yang menyembunyikan rasa khawatir dan takut mampu diartikannya,,,

dan dengan segera dan tetap tenang dia menawarkan.

"sini peluk, it will be fine..."

tanpa tedeng aling-aling, dia membuka tangannya sambil menawarkan pelukan sembari menghampiri.

......

ya, tanpa perlu berkata apa-apa, dia mendadak menjawab segala ketakutanku

dengan pelukannya

-------

#Hey, terima kasih, aku mulai merindukanmu....


Monday, 1 May 2017

Tentang Perempuan. Awal

Part. 1

Awal


Aku melihat dirinya membuka sebuah percakapan ringan tentang dunia, sebuah sudut pandang politik dan acuan ringan tentang hukum yang telah lama dipertentangkan. Dan diantara pendapatnya, tidak ada tendesi apa-apa, moderat, dan yang pasti, dirinya memperkaya imaginasi dan melebarkan batas tentang persepsi logika. Sebuah intelegensia...

Aku melihat dirinya membaca serius disebuah sudut toko buku, sambil membenarkan letak kacamata yang sedari tadi. Mungkin karena dia sering menunduk memperhatikan puluhan judul buku. Buku yang dibuat dengan judul sedemikian menarik dengan sampul yang berwarna. Aku menatapnya...
memperhatikan fokus nya yang tak pernah lepas dari satu buku karya Seno Gumira. 

Tiba-tiba dia bercerita, " banyak buku bagus disini, banyak banget dengan segala persepsi dari para penulisnya. Dan banyak buku yang bisa membawa imajinasimu ketempat terjauh yang pernah kau tau. Tapi dari itu semua, mendapatkan yang paling pas untuk dirimu dan keadaanmu saat ini, dan kemana imajinasimu ingin didetailkan melalui tulisan-tulisan dibuku itu. Itu yang sulit...."

"Yaa, sepertinya aku akan mengambil buku ini dan menghabiskan diakhir pekanku." dirinya lantas mengambil buku yang dipilihnya sambil berlalu tak perduli, seperti biasanya, tetap meninggalkan kesan yang aku pikir itu menarik.

-----

Dalam satu malam, sebuah pesan singkat WA masuk
" Besok ada konser musik ini nih (sambil mengirim poster acara tersebut), Nonton yuk, ticket on me.I'll send it by email, soon."

tiba-tiba, dia mengirimkan mengajak begitu saja, tanpa ada sebuah persetujuan, atau bahkan pertanyaan apakah jadwalku kosong ? sepertinya dia mengerti kalau seorang introvert seperti saya ini pasti tidak memiliki kegiatan apa-apa diakhir pekan... #syem.

ya terlepas dari sifat-sifat impulsifnya yang sering saya tidak mengerti, tapi itu cukup memberikan warna ditengah keteraturan yang biasa aku bangun, Dan satu lagi, terkadang aku tidak cukup paham dengan selera musiknya, terkadang menyukai aliran pop romantic seperti kebanyakan perempuan lainnya, dan sering juga menyukai aliran musik klasik, bahkan sering juga dia memberikan refrensi musik beraliran alternative rock.. Uncommon, but interesting. 
Dan terlepas dari itu, nama band atau penyanyinya tidak aku kenal dan sepertinya jarang muncul dimedia nasional.

Well, pikiran-pikirannya memang jarang aku pahami, bahkan aku sering berdebat dengan dirinya tentang intepretasi sebuah lukisan dalam sebuah pameran seni independent di Jogja. Namun dalam seni, dia cukup memiliki selera, dan terlepas dari itu. Tak jarang kita memiliki kesamaan. Kesamaan akan sebuah seni independen yang minim publikasi media nasional, dimana ide riil masih cukup besar dan tak terpengaruh pasar

-----


Kita bertemu selepas jam kerja, dia mendadak mengajak kesebuah tempat yang asing. "makan yukk disini, bayar dewe dewe ya tapi, haha ". Sambil bertingkah ceria seperti biasanya dan menarik tanganku untuk segera memesan taksi online. Tiba-tiba ia menimpali "udah belum....?"

dengan ekspresi datar aku menjawab, "baru juga buka hape, sabar...."
dia menjawab, sini hapenya, aku aja yang pesan.... dan kuberikan dengan ekspresi tetap datar

Kita sampai pada tempat yang belum pernah aku datangi sebelumnya, sebuah tempat makan yg cukup unik, perabotan minimalis disertai gambar-gambar kartun tahun 90-an penuh menjadi hiasan dinding di tempat tersebut. Beberapa gambar poster pop art juga dipasang.

"aku pengin ksini dari minggu lalu. Habis pulang meeting kemarin liat tempat ini cukup nyolok mata. Jadi deh ak pengin kesini..." timpalnya setelah kita memilih tempat duduk. 

"impulsifnya keluar lagi buu ? untung bukan tempat yang dimaps ada tapi riilnya uda bangkrut . haha" sambarku .

Dia memang terlalu impulsif dan saya kadang tidak bisa mengakomodir keimpulsifannya. Tp selama ini dia membawa ketempat yang cukup menyenangkan dan belum pernah saya datangi ditengah kebiasaan saya ketempat-tempat itu saja.


----






Saturday, 1 April 2017

#1

aku merindu,

bersama waktu dirimu yang ada
dalam kenangan hangat akan keluarga dan kebersamaan
ada apa dengan perasaan ?

genggam erat tangan menuju peraduan
ditiap tingkat hasrat

Monday, 8 August 2016

Ambang rasa

----------------------------------------

seperti waktu yang dihempas rasa, direndam tanya
dan untuk lalu dan akan
untuk apakah ?

semenjak senja berganti malam didaratan di Yugoslavia
para pengais puing-puing bertanya penuh harap
akankah siang akan datang ?

rasa jemu pada perang disulut politikus tak pernah berarti
mereka bertanya
apakah semut kecil akan mati terinjak serdadu itu ?

aku tak pernah  tahu apa yang akan terjadi kedepan
badai dalam pikiran datang tak terelakan
elegi hati menjadi dangkal-dangkal kesaksian
bahwa langkah kaki kian memberat
tak ada semangat

apakah puan akan mengerti ?
lantas memahami tanpa perlu ucapan ?
dan apakah puan akan bertahan ?
menunggu dalam keyakinan
yang tak pernah kita tau bagaimana kedepan

atau apakah puan akan sebaliknya ?
lari pergi menjauh dengan mereka yang lebih pasti dan jelas
karena rasa ini menurut puan bukan saatnya
dan badai yang lain telah datang
diambang
rasa....

*kita tak akan pernah tau masa depan, dan kita tak akan pernah berlalu dari masa lalu
surabaya, 7 agustus 2016



Friday, 5 August 2016

Pagi

Hati apa yang terjadi hari ini ?
rasa dimanakah asa ?
dan kau akan ada untuk apa ?

------------------------------------------------------------------------------

I'm sure....
untuk beberapa bulan terakhir, atau mungkin 2 tahun terakhir...aku merasa berada diantara
rasa diantara harus berusaha atau berhenti untuk berharap
ketika optimisme akan segera sirna dan aku harus tetap melihat positif
dan segala rasa yang menjatuhkan....

-----------------------------------------------------------------------------

Pagi itu diantara waktu yang berbenah
aku tersipu kedalam angan dalam batasan kalbu
untuk mengetahui bahwa karunia ada dalam setiap pagi
meskipun awan mendung menyapa
tak perlu aku berpikir ttg abu-abu
saat aku tau bahwa dirimu menyapaku disetiap pagiku
dan mengucapkan...
selamat pagi

sejenak mendung sirna dari dalam hati
berubah menjadi harap positif akan masa depan
berusaha berada dalam ampunan-Nya
untuk dapat memperbaiki apa yang dimiliki....



------------------------------------------------------------------------

p.s : Please play the song before you read it :D

Thursday, 2 June 2016

Home


Maukah ?

aku hirup panjang dan lekat udara pagi ini...
sambil melihat barisan gunung beton di utara
semua tampak berbeda, rasa yang dulu tak lagi ada
----------
menjadi pemimpin dari perusahaan dengan valuasi lebih dari 2 milyar dollar bukan perkara yang mudah
dan itu semua diraih dengan perasaan hampa, tanpa asa
------------
aku merindukan sebuah kenyamanan
yang mengajakku untuk pulang
mengingatkanku untuk segera makan
agar aku tak terlampau untuk sadar
dan telah berada diantara awan

aku merindukan sebuah kenyamanan
yang mengajakku untuk pulang
tertawa riang menikmati senja diberanda
sambil bercerita tentang masa kerja

aku merindukan sebuah kenyamanan
yang mengajakku untuk pulang
lantas menyelimuti diri dalam hangat kebersamaan
dan berbicara diantara hujan yang tak kunjung reda

aku merindukan sebuah kenyamanan....
rumah...
dan asa...
diantara kita...
maukah ?

#untuk waktu yang hilang, aku rindu dirimu.


Cerita


Aku berkaca

Ini muka penuh luka
Siapa punya ?

Kudengar seru menderu
dalam hatiku
Apa hanya angin lalu ?

Lagu lain pula
Menggelepar tengah malam buta

Ah.......!

Segala menebal, segala mengental
Segala tak kukenal .............
Selamat tinggal ................

Dari: Deru Campur Debu

Selamat tinggal 

Karya Chairil Anwar

Monday, 30 May 2016

Sosok Inspirasi, B.J.Habibie




Buat saya beliau inspiratif sekali, mulai dari masa mudanya, karyanya, hingga jasa-jasanya sampai saat ini. Dan yang terpenting, kisah cinta beliau dengan ibu Ainun, sungguh menjadi contoh kedepan.... 


Thursday, 14 April 2016

Soak - Sea Creatures lyrics

The stars and moon
Remind me of you
I don't know what to say
It might make you worse

I don't understand
What her problem is
I think she's just a fish!

I know you get it bad
You don't deserve this
And I won't put up
With their ignorance

And they tell you
They love you
Well the don't mean it

I don't think they know what they mean!
I don't think they know what love is
Throw it around like it's worthless
Don't think they know what love is.

I don't get this town
Neither do you
We should run away
Just me and you

'Cause I don't get the people here
They're curious
They don't really care

Sea creatures
Interfere
Wish they would disappear

They don't know what love is
Throw it around like it's worthless
They don't know what love is!

I pray for you
And you know I don't like Jesus!

Want you to get better
Please, please get better
For you
For me


Tuesday, 5 April 2016

dan setelahnya

dan setelahnya,
kita pernah terjatuh,
akui saja hidupmu saat ini mungkin diluar hal yang kamu perkirakan

sakit hati, jatuh, gagal, dan hal lain yang tak perlu kita lebihkan,
cukup suatu hal yang kecil jika dibandingkan besarnya dunia yang ada
namun, menyakitkan

kita tidak pernah tahu, rencana apa kedepan yang akan kita jalani
kita tidak pernah tau seberapa lama sakit hati ini akan kita rasa
dan kita tidak pernah tau seberapa lama kekecewaan ini bersandar

tapi kita diminta untuk bertahan
bertahan dijalan yang mungkin tak akan lancar
diantara rasa haru dalam biru
diantara hirup udara yang penuh sesak

kita akan bertahan

diantara rasa sepi yang kian terjaga
didalam tujuan-tujuan bersama
dan didalam hening yang tak akan pernah kuungkapkan
....
terdapat satu keyakinan
cukup satu

keyakinan bahwa suatu hari nanti,
kita akan,
dan pasti
menang



---------
Surabaya, 4 April 2016
diantara rencana-rencana yang kita harapkan dan kesendirian

Monday, 1 February 2016

Selepas 24, Petang.

Hujan, Jogja, 24 selepas petang.

Diawali untuk hari yang dikatakan masa muda,
berjajar menunggu waktu untuk ditunaikan dengan semangat,
masa muda, semangatmu membara, diantara 24 tahun lamanya.
itu yang mereka katakan

kita tidak pernah tau, diriku tepatnya
bahwa semangat akan secepat ini hilang,
serasa lebih dari setengah abad
melihat perjalanan yang berlalu lalang.

ada, ada orang yang memberikan topeng terbaiknya ketika berada di dekat orang terdekat
ada, ada yang mengadu diantara haru biru kesepian,
ada, ada mereka yang bertutur kata kehilangan disebabkan karena pilihan
dan ada, mereka yang melupakan bahwa ada yang menjadi diri sendiri di sekitar mereka
untuk mereka,

ketika pilihan akhirnya datang, bukan dadakan
ketika pilihan datang, banyak pertimbangan
tapi apakah kita akan terjaga ? atau justru mengutuki nya...

ada banyak yang ingin aku ceritakan
tentang diam yang berantakan
dan sepi yang tenggelam
bersama cerita keindahan dirimu dengan lainnya
dalam alam waktu yang berbeda tempat dan tujuan
maka apakah akan tetap ada ? dan bertahan
seperti senja yang berganti malam

hilang
dalam kegelapan 24 jam, petang...


----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
#bagian dari tulisan dan berbagai projek tak kenal waktu...mu