Selepas pandang, matahari mulai jatuh ke barat di belahan Indonesia Timur, sembari mendengarkan berita tentang "terompet dari langit" yang sempat dilansir di CNN Indonesia yang terdengar di belahan dunia lain. Hmm... terlepas itu nyata atau tidak, yang kita tahu, hidup ini semu.
yang kekal ? mungkin sebuah penyesalan....
seperti halnya sebuah lara, jatuh, tidak terima, atau sakit-sakit yang lainnya, seperti hidup, ini semua sementara. Semua hilang silih berganti bersama waktu yang berlari,
lantas... ?
apa yang kau banggakan dari kenyaman-kenyamanan itu ?
hmm..
ini semua bukan tentang pencapaian atau pembuktian diri. Tuhan menitipkan kemampuan ini untuk apa ? itulah pertanyaan yang harus dijawab.
Semenjak itu lamunan ini berakhir
-------------------------------------------------
Sorong, 28 Mei 2015
aku merindukan mereka orang-orang terdekatku, sangat merindukan mereka.
Thursday, 28 May 2015
Monday, 25 May 2015
Rasa Acuh yang Membungkam
Letih, beberapa hari terakhir senja terlihat tak mendukung dengan perjalanan
rencana?
ah sudahlah, lupakan !
yang kulakukan kini hanya berjalan
itu saja sudah untung !
ahh, energi negatif ini terasa,
sepertinya mereka acuh tak acuh dan semakin tak perduli
teriak pembangunan tapi mereka bungkam ketika diminta berdiri paling depan
datang dengan konsep segudang dan tetap hanya infantri - infantri yang melakukan
aku ingin melanjutkan hari demi hari dengan ketenangan
dan hari dimana semua berjalan
tanpa rasa sakit akibat penolakan
atau ingin menjadi diri sendiri
tanpa harus "seragam:"
rencana?
ah sudahlah, lupakan !
yang kulakukan kini hanya berjalan
itu saja sudah untung !
ahh, energi negatif ini terasa,
sepertinya mereka acuh tak acuh dan semakin tak perduli
teriak pembangunan tapi mereka bungkam ketika diminta berdiri paling depan
datang dengan konsep segudang dan tetap hanya infantri - infantri yang melakukan
aku ingin melanjutkan hari demi hari dengan ketenangan
dan hari dimana semua berjalan
tanpa rasa sakit akibat penolakan
atau ingin menjadi diri sendiri
tanpa harus "seragam:"
Monday, 18 May 2015
Ah...Aku Rindu
Ahh... aku rindu, pada sebuah kecupan hangat kala itu
sebuah pertanda bahwa semua akan baik-baik saja
kecupan hangat dari Perempuan terbaik di dunia
yang tau bahwa kita akan bisa melewati ini semua
sebuah kecupan yang mengingatkan bahwa semua akan indah pada waktunya
sebuah kecupan yang memberikan keyakinan bahwa dirimu mampu melewatinya
sebuah dukungan tanpa kata
yang lembut namun nyata
....
ahh aku rindu, pulang dalam sebuah keluarga hangat yang penuh canda
rasa saling mendukung yang berbeda
sebuah waktu yang selalu diberikan ditengah kesibukan
dan bentuk-bentuk lain yang menguatkan
....
ahh aku rindu, pada sebuah perhatian-perhatian kecil tanpa kata-kata
yang bahkan sekarang, aku rindu kata-kata yang tak pernah terucap itu
halo, selamat pagi, sudahkah kau sarapan hari ini ?
lapaar....tapi batin ini selalu kenyang.
haha
...
mendadak penjelmaan ini selalu ada
pikiran buruk selalu melanda
lantas tak ingin kubiarkan
dalam kenyataan dan hingap kesibukan
bahwa entah siapa yang akan kita perjuangkan
jalan apa yang kita pilih untuk kebahagiaan
....
ahh semua semu,
ditutup dalam racun-racun dunia
seperti tak pernah hidup dalam kenyataan
perjalanan ini terlalu singkat
hmmm
aku rindu
ocehan-ocehan itu, yang kini tak lagi ada
yang kini tawa itu berganti perlahan dengan sebutan nama yang lain
dilingkungannya, dalam asanya,
atau rindu membuatnya terlalu beku ?
untuk berkata dalam ucapan yang tak pernah aku tau ?
ahh
rindu...aku rindu
semua memberi arti, termasuk perjalanan hidup yang masih coba aku pahami
bahwa waktu memberikan jawaban
atas sabar atau sombong yang kita berikan
dalam tiap-tiap diam yang diungkapkan
seperti sedia kala
saya hanya mampu berkata
yang pada akhirnya
tak akan kau mengerti dan lantas
menguap begitu saja
....
6.01 lebih 2 jam.
#Sorong, April 2015
sebuah pertanda bahwa semua akan baik-baik saja
kecupan hangat dari Perempuan terbaik di dunia
yang tau bahwa kita akan bisa melewati ini semua
sebuah kecupan yang mengingatkan bahwa semua akan indah pada waktunya
sebuah kecupan yang memberikan keyakinan bahwa dirimu mampu melewatinya
sebuah dukungan tanpa kata
yang lembut namun nyata
....
ahh aku rindu, pulang dalam sebuah keluarga hangat yang penuh canda
rasa saling mendukung yang berbeda
sebuah waktu yang selalu diberikan ditengah kesibukan
dan bentuk-bentuk lain yang menguatkan
....
ahh aku rindu, pada sebuah perhatian-perhatian kecil tanpa kata-kata
yang bahkan sekarang, aku rindu kata-kata yang tak pernah terucap itu
halo, selamat pagi, sudahkah kau sarapan hari ini ?
lapaar....tapi batin ini selalu kenyang.
haha
...
mendadak penjelmaan ini selalu ada
pikiran buruk selalu melanda
lantas tak ingin kubiarkan
dalam kenyataan dan hingap kesibukan
bahwa entah siapa yang akan kita perjuangkan
jalan apa yang kita pilih untuk kebahagiaan
....
ahh semua semu,
ditutup dalam racun-racun dunia
seperti tak pernah hidup dalam kenyataan
perjalanan ini terlalu singkat
hmmm
aku rindu
ocehan-ocehan itu, yang kini tak lagi ada
yang kini tawa itu berganti perlahan dengan sebutan nama yang lain
dilingkungannya, dalam asanya,
atau rindu membuatnya terlalu beku ?
untuk berkata dalam ucapan yang tak pernah aku tau ?
ahh
rindu...aku rindu
semua memberi arti, termasuk perjalanan hidup yang masih coba aku pahami
bahwa waktu memberikan jawaban
atas sabar atau sombong yang kita berikan
dalam tiap-tiap diam yang diungkapkan
seperti sedia kala
saya hanya mampu berkata
yang pada akhirnya
tak akan kau mengerti dan lantas
menguap begitu saja
....
6.01 lebih 2 jam.
#Sorong, April 2015
Saturday, 9 May 2015
Pada Suatu Ketika
Pada suatu ketika, akan datang keheningan. Selayak pandang dalam kenyataan
keindahan ? berbaur dalam benih-benih ketidakjelasan
terkadang semua disalah artikan,
sampai pada suatu ketika.
akankah ada warna ? dalam selimut hitam tanpa angan
dalam ratapan bahagia yang berujung disebuah jalan
akankah ?
cahaya kemenangan datang ?
pada suatu ketika semua akan berbeda
jika hari ini tetap sama
akan ada yang berubah dalam ketetapan
pada suatu ketika
kita tidak akan mengerti
atau justru menemukan jawabannya yang sebenarnya.
keindahan ? berbaur dalam benih-benih ketidakjelasan
terkadang semua disalah artikan,
sampai pada suatu ketika.
akankah ada warna ? dalam selimut hitam tanpa angan
dalam ratapan bahagia yang berujung disebuah jalan
akankah ?
cahaya kemenangan datang ?
pada suatu ketika semua akan berbeda
jika hari ini tetap sama
akan ada yang berubah dalam ketetapan
pada suatu ketika
kita tidak akan mengerti
atau justru menemukan jawabannya yang sebenarnya.
Tuesday, 3 March 2015
Ketujuh. Arti
Perjalanan ini tidaklah mudah, perjalanan mencari arti.
dibalik itu, seberapa mampu kita ikhlas berjalan hingga akhirnya menemukan jawaban,....
sebenarnya, saya sendiri kurang mengerti akan arti ikhlas.
Jika mungkin arti ikhlas adalah berdamai dengan kenyataan ketika rencana tidak berjalan sesuai yang diinginkan, maka banyak orang yang lebih pantas ditanyakan mengenai ikhlas.
Jika mungkin arti ikhlas adalah mereka yang tetap berusaha meskipun gagal, maka orang-orang tersebut yang lebih pantas ditanyakan mengenai arti ikhlas.
Jika mungkin arti ikhlas adalah mereka yang tetap menjadi teman berbagi sambil memendam rasa sedih mereka masing-masing agar orang lain lebih bahagia, maka orang tersebut yang lebih pantas ditanyakan arti ikhlas
....
Terus terang, jika orang bertanya, saya akan menjawab, tanyakan hal tersebut pada dirimu sendiri.
kehidupan manusia tidak selalu mulus sesuai rencana, beruntunglah mereka yang mendapati banyak hal berjalan sesuai rencana, maka bersyukurlah, akan ada rencana yang lebih indah
Kebanyakan manusia juga memiliki masalahnya masing-masing, maka berbagilah dan lihatlah bahwa saat kau merasa sendiri, banyak orang yang juga mengalami hal yang menurut mereka berat. Dan bersyukurlah, kau tidak sendiri...
kita yakin, dari balik senyum dan wajah yang bahagia, tersimpan rasa sakit yang dikunci rapat-rapat.
bukan berarti mereka tidak mau berbagi, namun memilih memendamnya sendiri. Lantas apa yang membuat dirimu memiliki masalah yang lebih berat. Bersyukurlah, semua akan baik-baik saja.
Ketika ada mereka yang lebih memilih memendam karena kita memiliki masalah masing-masing yang perlu diselesaikan maka beruntunglah mereka yang menjadi tempat berbagi beberapa orang. Kalian dianggap menyalurkan kebijaksanaan dan solusi. Dan bersyukurlah... kalian memiliki arti
Kepada mereka yang sering menjadi tempat berbagi, itu artinya kalian istimewa, diri kalian dianggap memiliki solusi dan menjadi tempat cerita yang paling ampuh dan melegakan, walaupun diri kalian juga memiliki masalah masing-masing. Dan bersyukurlah ketika kalian mampu saling melegakan
....
dan kepada mereka yang tetap menyimpan dan bersabar,
serta hanya berbagi senang, sedih, dan semua perasaan kepada Maha Pemilik Hidup
maka beruntunglah kalian, dan bersyukurlah,
kalian lebih pantas disebut orang-orang ikhlas yang mencari arti hidup
dan kemudian, semoga kita menemukannya.
Amiin
#p.s : dan untuk pemimpin-pemimpin negara ini, bersyukurlah, kalian menjadi tempat berbagi, dari kami warga negara biasa, yang berharap kalian "orang-orang istimewa yang memiliki solusi" , orang-orang pintar yang menjadi tempat kami warga biasa bergantung untuk hidup di negara ini. Ingat, kami bergantung dan merasakan solusi-solusi yang kalian usahakan. Usahakanlah untuk kami, bukan usaha untuk saling menjatuhkan atau memenangkan orang-orang tertentu dari golongan kalian..
Surabaya, Maret 2015. 10.48 malam. Ditengah polemik politik, lantas nilai tukar kita yang melemah, serta harga beras yang terus naik. Kalian orang-orang hebat dan pintar, karena itu kalian dipercaya.
Sunday, 1 March 2015
Keenam. Jari-jemari
Lantunan lagu mengalunkan rindu,
jari-jemari menarikan nada-nada lucu
terdengar sangat alami, meskipun dirimu bukan pemain piano yang baik
tapi dirimu terlihat berusaha
di usiamu yang masih sangat muda...
Seorang ibu lantas memandangi anak kecil itu berbalut seribu impian. Tentang jari jemari yang nanti akan menjadi pemenang. Suaranya lucu, kecil dan menggemaskan. Diiringi tawa dan tangis yang akan selalu dirindukan.
diriku pernah bercerita tentang mimpi yang akan kubangun kedepan,
dan dirimu tau tentang perasaan ini yang sebenarnya mengerjar mimpi itu, dari sosok setelah dirimu
tapi...
saat ini aku hanya bisa menuliskannya, dan tidak akan terjadi.
jika sendiri.
Kelima. Batas
Orang-orang baik berjalan masuk ke dalam.
Para penjaga meminta mereka pergi dengan kasar,
bersikap melarang agar para ahli tidak datang
dan lantas...
tembok kokoh pembatas dibuat untuk mereka yang disingkirkan.
Seperti biasa, aku terbangun dan lantas mencari mimpi yang berubah dalam kalimat pesan. Bedanya, saat ini aku bangun lebih pagi dari Mentari. Hendak memohon doa untuk kelancaran sebuah harapan dan perjuangan yang semakin membawa waktu kedalam lelah. Sampai pada akhirnya aku tau... batas itu ada, kau buat.
anganku semakin masuk kedalam,
untuk apa selama ini ? jika ternyata yang ada hanyalah rasa jenuh darimu
Para serdadu pergi meninggalkan kenyamanan rumah
mereka pergi ke negeri seberang atas titah Raja demi sebuah keindahan kemenangan
Perjuangan mereka sepertinya sia-sia
rasa tak enak makan, rindu, dan suara bising pesawat pem-Bom ditiap pagi sepertinya tidak ada arti
ketika batas komunikasi dibuat oleh mereka yang ada di seberang
ya aku tau, maksud semua ini.
serdadu-serdadu dari kavaleri lain mungkin lebih menawan.
dan lantas dirimupun mencarinya.
sementara para serdadu pejalan kaki berjalan siang dan malam
membuat batas zona aman semakin lebar
untuk menjaga tanah asal tetap bertahan
namun mereka,
mati tak dikenang
dan ironi...
mereka diberi batas dari sebuah kayu mati
yang menandakan mereka pergi
tanpa arti...
Subscribe to:
Posts (Atom)