August 16, in the same year when America was dropping nuclear bomb in Hiroshima, Japan.
A hut in the country between the ocean without a light and rain was fall. A great child to be was born, a child that was born in the middle of war, where the sorrowness are made to protect his little arms. An unfair treatment are made to feed his ego.
Friday, 21 December 2012
Saturday, 8 December 2012
(Belum) Saatnya Menjadi Model
Well, kisah ini adalah kisah fiktif tapi boleh dibilang
sedikit ada benarnya. Fiktif disisi saya model, dan ada benarnya saat saya
melakukan pemotret untuk sebuah sesi yang semua orang bisa mengajukan diri jika
mau. Haha.
Ya, berawal dari teman saya seorang calon editor salah satu
media cetak besar nasional yang berbasis di Jawa Timur menawarkan saya untuk
ikut di salah satu kolom anak muda di harian tersebut. Langsung
deh redaktur dari kolom tersebut menelpon saya,
setengah bingung karena perasaan saya g pernah daftar, akhirnya saya
menunda jawaban saya *tsah. Mengingat jadwal kesibukan (baca tugas kuliah) yang
kurang supportif dan beberapa aktivitas (bermain) lainnya, saya meminta waktu
untuk mengkonfirmasi apakah iya atau tidak *aseek.
Menit demi menit untuk
memikirkan hal tersebut, dan karena ingin lari dari tugas kuliah, serta mencoba
kesempatan baru, saya pun meng-iya-kan. Haha. Kemudian, kita diminta untuk
datang ke salah satu Cafe di Grand City esok sorenya untuk melakukan sesi foto
bersama teman-teman yang lain.
Esok harinya, jrengjreng, saya bertemu teman-teman
baru, ada yang memang berbasis model
jadi mereka sudah terbiasa dalam sesi foto, dan ada yang memang baru dihubungi
sama seperti saya. Yah jadilah kita ada yang canggung didepan kamera, termasuk
saya. Padahal saya biasanya memotret sejak awal masuk SMA, kini saya sebagai
model dadakan *tepok jidat.
Langsung aja deh ini hasil foto dari redaktur….tp muka
sensor dikit ya :D
p.s. Foto selanjutnya tunggu post saya, haha
Saturday, 10 November 2012
Tentang Hari Pahlawan
" mereka, pahlawan tanpa tanda jasa, mengabdi untuk bangsa, memberikan segala, semangat merah darah membara, dan hanya satu keinginan mereka...Indonesia MERDEKA !!! "
Yang saya pikirkan saat ini, apakah mereka bahagia disana ? melihat negara Indonesia saat ini ?
apakah mereka bahagia disana ? melihat sudahkah negara ini berjalan menuju tujuannya ?
dan apakah mereka bahagia ? generasi penerusnya lebih dari kebaikan yang mereka kira ?
saya tidak tahu...
saya juga berharap, dan berusaha
Indonesia Jaya !
10.11.12 - Kota Pahlawan surabaya, di antara terik siang, suara mobil padat merayap jalanan, dan udara panas dari kap mobil2 mewah yang mengantri di lampu merah. serta nyanyian pengamen jalanan. Selamat hari pahlawan
Yang saya pikirkan saat ini, apakah mereka bahagia disana ? melihat negara Indonesia saat ini ?
apakah mereka bahagia disana ? melihat sudahkah negara ini berjalan menuju tujuannya ?
dan apakah mereka bahagia ? generasi penerusnya lebih dari kebaikan yang mereka kira ?
saya tidak tahu...
saya juga berharap, dan berusaha
Indonesia Jaya !
| Sumber http://ninotannio.tumblr.com/ |
10.11.12 - Kota Pahlawan surabaya, di antara terik siang, suara mobil padat merayap jalanan, dan udara panas dari kap mobil2 mewah yang mengantri di lampu merah. serta nyanyian pengamen jalanan. Selamat hari pahlawan
Thursday, 1 November 2012
Senyuman
senyuman
aku ingin memulainya dengan itu.
Sebuah ciptaan terindah...
dan Tuhan mendadak seperti menganugerahkan semua kelebihan kepada pribadinya
kecantikan fisik yang sempurna
kelebihan harta yang membawa pada kebaikan
keturunan yang terjaga
agama yang menjadi tujuannya.
sekali lagi, senyuman yang mampu kulakukan
dia ramah, pintar, terlebih banyak pengagumnya
tak hanya itu,
pencapaiannya jauh
dengan usahanya
maupun kerja kerasnya.
seiring dengan doa darinya serta kedua orang tua.
Tuhan, kau seperti menghadiakan senyuman pada makhluk-Mu
Kau ciptakan sinar dalam hatinya, Indah, bahkan
untuk mendekat, bintang pun segan
begitupun dengan kami
pada akhirnya
Jarak memberikan sebuah pandang dari kejauhan,
lantas malam ingin mengukapkan kata kekaguman
atau mencari sejuta alasan untuk berbicara bersama
bahkan mungkin untuk berbagi
sekali lagi
tentang segala Anugerah dari-Mu Tuhan
ini jalan yang Kau berikan untuk saat ini
aku memilih berdiam sampai kepastian datang
dan menyapanya dengan
senyuman
#bersama bulan di atas langit Surabaya, Venus di Barat, dan Mars menyusul,
serta cicak di langit-langit kamar. Satu dini hari. saya begadang lagi.
aku ingin memulainya dengan itu.
Sebuah ciptaan terindah...
dan Tuhan mendadak seperti menganugerahkan semua kelebihan kepada pribadinya
kecantikan fisik yang sempurna
kelebihan harta yang membawa pada kebaikan
keturunan yang terjaga
agama yang menjadi tujuannya.
sekali lagi, senyuman yang mampu kulakukan
dia ramah, pintar, terlebih banyak pengagumnya
tak hanya itu,
pencapaiannya jauh
dengan usahanya
maupun kerja kerasnya.
seiring dengan doa darinya serta kedua orang tua.
Tuhan, kau seperti menghadiakan senyuman pada makhluk-Mu
Kau ciptakan sinar dalam hatinya, Indah, bahkan
untuk mendekat, bintang pun segan
begitupun dengan kami
pada akhirnya
Jarak memberikan sebuah pandang dari kejauhan,
lantas malam ingin mengukapkan kata kekaguman
atau mencari sejuta alasan untuk berbicara bersama
bahkan mungkin untuk berbagi
sekali lagi
tentang segala Anugerah dari-Mu Tuhan
ini jalan yang Kau berikan untuk saat ini
aku memilih berdiam sampai kepastian datang
dan menyapanya dengan
senyuman
#bersama bulan di atas langit Surabaya, Venus di Barat, dan Mars menyusul,
serta cicak di langit-langit kamar. Satu dini hari. saya begadang lagi.
Saturday, 27 October 2012
Tentang Pemuda-Pemudi Indonesia
Mungkin ini hanya
bagian kecil dari baris-baris kalimat yang mampu menggambarkan kekaguman saya
pada Pemuda-Pemudi Indonesia.
Pemuda-Pemudi yang akan membawa Indonesia, menjadi Bangsa
yang Besar, dengan Anugerah Alam dari-Nya, dengan segala potensinya, terbentang
dari bujur terpanjang di Dunia. Negara Khatulistiwa, dengan sejuta cerita
mengenai menariknya bangsa ini, dan dengan Pemuda-Pemudi yang berdiri dibarisan
paling depan, mengharumkan nama pertiwi, Indonesia Raya.
***
Saya kagum kepada pemuda-pemudi Indonesia,
mereka sering melakukan perjalanan untuk menaklukan gunung-gunung, sehingga
negara ini tak perlu takut kekurangan pemimpin muda yang hebat dan menghargai
negaranya, menjaganya.
“Tidak akan hilang
pemimpin suatu bangsa jika
pemudanya masih ada yang suka masuk hutan, berpetualang di alam bebas dan mendaki gunung. (Henry
Dunant)”
Saya kagum kepada mereka pemuda-pemudi
Indonesia, dengan kekuatan fisik dan jiwa mudanya, mereka menjelajah
pantai-pantai, pulau-pulau dan berbagai daerah di negeri ini, untuk keindahan
alam Indonesia, untuk mengetahui, menghargai, dan bangga menjadi
Indonesia.
"Patriotisme tidak mungkin tumbuh dari hipokrasi dan
slogan, seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal
akan objek-objeknya, mencintai tanah air Indonesia dengan mengenal Indonesia
bersama rakyatnya dengan dekat. Pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus
berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat kerena itulah kami naik gunung (Soe
Hok Gie)"
Saya kagum kepada mereka pemuda-pemudi
Indonesia, yang mengabdikan diri pada ilmu pengetahuan dan membuktikan diri
dengan menjadi juara. Negara lain mengakui pikiran mereka, fisika, kimia, ekonomi,
geografi, sosial, dan berbagai disiplin keilmuan lainnya. Negara ini tidak
perlu takut kehabisan ilmuan-ilmuan jenius, dan yang paling penting mereka
mengabdikan ilmunya untuk kesejahteraan Indonesia.
"Apa gunanya ilmu kalau tidak memperluas jiwa seseorang sehingga ia berlaku seperti samudera yang menampung sampah-sampah. Apa gunanya kepandaian kalau tidak memperbesar kepribadian seseorang sehingga ia makin sanggup memahami orang lain? (Emha Ainun Najib)"
Saya kagum kepada mereka pemuda-pemudi
Indonesia. Mereka semua memiliki jiwa seni, pecinta seni, dan berkarya dalam
seni, Seni musik, seni rupa, seni lukis, seni pahat, dan berbagai jiwa
kreativitas yang mereka ungkapkan dalam seni. Ahhh sungguh indah Indonesia ini,
ketika pemuda pemudinya memiliki sisi keindahan dalam seni mereka. Tak hayal
negara Ini memiliki beratus kesenian daerah. Ahh memang kaya negara ini dengan
pemuda-pemudinya.
“Kurasa, buat sebagian orang, seni menjadi bagian penting
yang sulit dipisahkan dari diri mereka. Seni juga bentuk pelarian, cara untuk
melampiaskan emosi. Mungkin karena itulah, seni terkadang bisa mengubah orang.
(Annalise)”dalam Refrain karya Winna Efendi
Saya kagum kepada mereka
pemuda-pemudi Indonesia, yang aktif dalam organisasi, memiliki peran penting
dalam sebuah organisasi yang tak bertujuan profit, bahkan menjadi pemimpin
dalam organisasi dalam ataupun luar negeri. Dan tak jarang mereka yang menjadi
panutan utama pemuda pemudi dari Negara lain. Pemuda pemudi yang aktif dalam
organisasi yang menjadikan bangsa Indonesia lebih baik, bertujuan untuk
kebaikan sesama, dan menjadikan mereka pribadi yang mampu memimpin dan
dipimpin.
Ahh, Negara ini sangat beruntung, Pemuda-pemudinya memiliki
semangat dan kemampuan untuk menjadikan bangsa ini besar, Bangsa Indonesia….
" beri aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru
dari akarnya. Berikan aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia " -
Ir. Soekarno
:
sebuah rasa optimis muncul, Negara ini Negara besar dengan pemuda-pemudinya.
Dan
ketika saya melihat teman-teman disekeliling saya yang sangat hebat dengan
pencapaiannya, dan mereka pemuda-pemudi anak dari Ibu Pertiwi. Indonesia…
dan saya disini sadar, saya belum mencapai apa-apa tapi saya akan berusaha :)
Friday, 19 October 2012
Senja Semerbak di Atas Khatulistiwa
Kau tahu, shubuh pergi saat senja datang
keabadian diganti dengan reformasi dadakan
kepercayaan berakar pada keuangan
dan lantas kalian bahagia ?
Tersenyum, tertawa lantang dan meneriakkan perubahaan
teriakan pengakuan bahwa semua lebih baik
tapi kenyataannya?
Ya! saya juga berharap semua lebih baik
lebih baik dengan keputusan penuh perhitungan
dengan pertimbangan
dan sebuah aksi bertanggung jawab, yang lantas
meninggalkan delegasi indah kepada bibit mudanya.
membawa semerbak kepada senja di Atas
Khatulistiwa...
- sebuah harapan untuk negara.
keabadian diganti dengan reformasi dadakan
kepercayaan berakar pada keuangan
dan lantas kalian bahagia ?
Tersenyum, tertawa lantang dan meneriakkan perubahaan
teriakan pengakuan bahwa semua lebih baik
tapi kenyataannya?
Ya! saya juga berharap semua lebih baik
lebih baik dengan keputusan penuh perhitungan
dengan pertimbangan
dan sebuah aksi bertanggung jawab, yang lantas
meninggalkan delegasi indah kepada bibit mudanya.
membawa semerbak kepada senja di Atas
Khatulistiwa...
- sebuah harapan untuk negara.
Thursday, 11 October 2012
Hey Ho Ijen ! ( Part 1 )
Halo semua, saya ingin berbagi pengalaman travelling terakhir yang cukup
jauh (diukur dari Surabaya) dan cukup berkesan karena banyak pengalaman baru
disini. Penasaran ? (pede) so langsung aja mas dan mbak :D
Gunung Ijen yang terkenal dengan penghasil belerang ini merupakan salah
satu objek wisata terkenal di Indonesia, ga tanggung-tanggung terkenalnya
sampai Eropa, bahkan waktu saya kesana kebanyakan pengunjung berasal dari
Perancis, negara yang dikenal dengan bahasa romantisme dan Menara Eiffel.
Sebenernya, Gunung Ijen bukan hal yang baru sebagai tempat wisata jika
dibandingkan dengan Karimun jawa saat ini. Udah banyak orang yang pergi kesana,
termasuk teman-teman saya menggunakan berbagai pilihan Biro Perjalanan atau Travel Agent dengan fasilitas melimpah
seperti Jeep untuk naik ke desa terakhir serta penginapan berbintang di
Banyuwangi. Berhubung saya menyukai tantangan dan pengalaman baru (red: G punya
duit banyak untuk membeli paket wisata) dan baru saat mahasiswa ini saya diberi
kepercayaan orang tua untuk travelling sendiri sehingga baru saat ini saya bisa
travelling ke tempat yang cukup jauh (diukur dari Jogja) asal menggunakan uang
saku sendiri juga, haha. Saya memutuskan untuk pergi ke Ijen bermodalkan
kenalan teman dari AIESEC UI yang asli dari Banyuwangi. Sebut saja Zhuko
Pangeran dari Negara Api yang kini membantu Avatar :D
Disini
saya akan menceritakan serta memberikan sedikit cara untuk sampai ke Ijen
bermodal seminimal mungkin dibantu oleh bung Zuko. Introduction dikit ya, hehe.
Mas Suko ini mahasiswa Teknik Kimia UI yang juga ikut organisasi AIESEC, kita
ketemu saat conference tentang HIV/AIDS di Jakarta bersama bule-bule dari
berbagai Negara. Manteb kan ? Organisasi AIESEC adalah organisasi pemuda
Internasional, jadi disini banyak pengalaman dan pastinya kenalan baru yang
bisa kita dapet dari teman-teman dari luar negeri. Oke lanjut ke mas Suko lagi, dia
mahasiswa tingkat tiga yang sudah jalan-jalan keluar negeri seperti Myanmar,
Thailand, Vietnam, dan masih banyak lagi, klo tentang jalan-jalan, beliau sudah
expert lah. Dan bermodalkan backpack serta uang saku hasil dari menjadi guru
les untuk murid SMA selama 1 tahun, pinter lo dia, jadi klo mau les, silahkan
hubungi nomer dibawah layar kaca anda :D
Kita janjian ketemu di Malang, mengingat kereta ke Banyuwangi via Malang
lebih murah dibanding kereta langsung dari Surabaya. Pertama saya naik kereta
Penataran ke Malang seharga 4000 rupiah saja, tapi antrinya harus pagi-pagi banget
di Stasiun Gubeng Surabaya, mengingat banyak pemakai kereta ini, Sementara Bung
Zuko dari Jakarta menggunakan kereta Mataramaja berangkat satu hari sebelumnya
dari Pasar Senen, Jakarta. Ketemu di Malang meskipun jadwal kedatangan
kereta kami masing-masing berbeda tapi gak sampai ketinggalan Kereta Tawang
Alun yang berangkat sekitar pukul 2 siang. Kemudian dari Malang kita naik
kereta Tawang Alun seharga 18.500 ke Banyuwangi. Dibanding dengan menggunakan
kereta Surabaya-Banyuwangi seperti Sri Tanjung atau Logawa seharga 36.000
rupiah, cara transit via Malang jadi pilihan yang lebih ekonomis
Perjalanan ke Banyuwangi dari Malang
maupun Surabaya memakan waktu sekitar 5-6 jam, sehingga cukup malam kita sampai
disana. Di Banyuwangi saya mampir ke rumahnya bung zuko. Kita skip sejenak
untuk pengalaman yang mengesankan bersama keluarga besar bung Zuko mengingat
disini kita mau cerita “how to go to Ijen without Travel Agent :D”. Kalian dari
Malang bisa turun di stasiun Karangasem di Banyuwangi
kemudian menginap sejenak disini untuk mencari angkot esok harinya. (Berhubung
saya menginap di rumah keluarga bung Zuko, saya keesokan harinya naik
bus dari desa bung Zuko ke Banyuwangi). Dari Stasiun, kita perlu berjalan untuk
sampai ke jalan besar yang ada angkotnya. Di sekita kalisasak, angkot tidak
banyak untuk menuju ke Kecamatan Licin, bahkan hanya 2x sehari angkot tersebut
ada.
Akhirnya kami memutuskan untuk…neeeebeeeng, bahasa kerennya sih hitchhike, haha. Ini pengalaman pertama
saya nebeng, agak g enak gimana gitu karena sepertinya orang di Indonesia
jarang welcome untuk memberi
tumpangan ala hitchhike, apalagi orang-orang dengan kendaraan pribadi, but then
setelah cukup lama “mengawe-awe” jempol akhirnya ada truck pengangkut aspal
yang dengan baiknya menawari kami naik di kabin pengemudi samping pak kusir :D
untung bukan di bak trucknya.hehe
Kami ngobrol-ngbrol sebentar dan nanya gmn sampai ke Pabrik Welirang di
Licin mengingat kami akan nebeng truck penambang sampai ke desa Paltuding, desa
terakhir sebelum jalan kaki ke Ijen. Pak Sopir yang baik hati ini akhirnya
mengantar kan kami sampai ke persimpangan terakhir dimana kita tinggal berjalan
kaki lurus menuju ke pabrik tersebut, jadi kami turun dan berjalan kaki. For
your info, saya nanya pak sopir seberapa jauh ke pabrik tersebut, beliau bilang
g jauh ,tinggal belok kiri trus lurus aja ngikutin jalan, tp disini ada perbedaan interpretasi antara jauh
dan dekat. Ketika kami berjalan kaki jarak tidak jauh yang beliau maksud itu
adalah jarak yang jauh menurut kami. Mungkin karena masyarakat tersebut sudah
terbiasa berjalan kaki dan kami saja yang mungkin terlalu di manja dengan
fasilitas di kota besar, sehingga kami cukup “ngos-ngosan” sampe di Pabrik
Welirang. Pabrik Welirang ini sudah cukup terkenal di masyarakat Banyuwangi,
sehingga jika kita tanya penduduk setempat, pasti tau tempat ini
Sesampainya disini, kita minta ijin permisi sama bapak-bapak pegawai
pabrik untuk nebeng ke Paltuding bareng truk penambang, Bapak-bapaknya sangat
welcome, mungkin karena cukup banyak wisatawan local yang nebeng pake truk
penambang (g ikut jeep yang nyewanya mahal ) haha. Oia, disarankan untuk
memberi sekitar minimal 5000 rupiah dengan tingkat inflasi saat ini untuk tiap
orang yang menebeng truck penambang, meskipun tidak ada harga pasti yang
dipatok bapak-bapak tersebut, ibaratnya uang bensin. hehe Dan ini pengalaman
pertama saya naik truk penambang di bak belakang, haha. Jalan menuju Paltuding
tidak semulus tadi, berkelok-kelok dengan tanjakan yang kemiringannya bisa mencapai
45 derajat ditambah dengan belokan tajam. Jadi yang menggunakan mobil pribadi
tidak disarankan lewat jalan ini, lebih baik melalui Bondowoso. Untung bapak
pengemudi truk penambangan ini sudah terbiasa dan ahli dengan jalan curam tipe
gunung gini. Pemandangan menuju Paltuding sangat Indah, disini kita nglewati
Hutan berkabut dan dingin, meskipun saat itu jam 2 siang, di jalan banyak
terdapat satwa liat terutama burung-burung, bahkan kata salah satu penambang
dia cukup sering melihat macan tutul melewati jalan tersebut, hiii. Di
perjalanan meskipun was-was dan pemandangan yang cukup indah akhirnya kita
sampai dengan selamat di Paltuding. Yeaaaay…
*part selanjutnya segera di Publish. Foto2 juga menyusul :D ,atau klo mau lihat mentahan fotonya ada di https://www.facebook.com/media/set/?set=a.4069271543307.157314.1627906243&type=3
Subscribe to:
Posts (Atom)

