Monday, 1 February 2016

Selepas 24, Petang.

Hujan, Jogja, 24 selepas petang.

Diawali untuk hari yang dikatakan masa muda,
berjajar menunggu waktu untuk ditunaikan dengan semangat,
masa muda, semangatmu membara, diantara 24 tahun lamanya.
itu yang mereka katakan

kita tidak pernah tau, diriku tepatnya
bahwa semangat akan secepat ini hilang,
serasa lebih dari setengah abad
melihat perjalanan yang berlalu lalang.

ada, ada orang yang memberikan topeng terbaiknya ketika berada di dekat orang terdekat
ada, ada yang mengadu diantara haru biru kesepian,
ada, ada mereka yang bertutur kata kehilangan disebabkan karena pilihan
dan ada, mereka yang melupakan bahwa ada yang menjadi diri sendiri di sekitar mereka
untuk mereka,

ketika pilihan akhirnya datang, bukan dadakan
ketika pilihan datang, banyak pertimbangan
tapi apakah kita akan terjaga ? atau justru mengutuki nya...

ada banyak yang ingin aku ceritakan
tentang diam yang berantakan
dan sepi yang tenggelam
bersama cerita keindahan dirimu dengan lainnya
dalam alam waktu yang berbeda tempat dan tujuan
maka apakah akan tetap ada ? dan bertahan
seperti senja yang berganti malam

hilang
dalam kegelapan 24 jam, petang...


----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
#bagian dari tulisan dan berbagai projek tak kenal waktu...mu

Monday, 4 January 2016

Hakikat lain, kemudahan

Jumat Minggu Terakhir, November. Masjid Biru, Turki.

"Perjalanan ini seperti biasanya, berbekal google maps, dan rasa ingin tau. Tiga jam penerbangan menuju bekas Emporium Ottoman dari negara tempat belajar tidak terlalu lama. Mungkin liburan ini adalah liburan tersingkat karena hanya satu hari berkeliling kota. Dan itu sudah cukup untuk sebuah perjalanan kesendirian tanpa ekspekstasi memori dengan teman perjalanan."

-----

Wednesday, 25 November 2015

Hindar

Aku sadar...

Aku mulai menghindar,

Pergi untuk memudar.

Dan saat kau sadar,

Aku telah hilang.

Friday, 6 November 2015

Tentang hal lain, Perubahan.

Jumat, 7 November 2015

Malam ini benar-benar jenuh, seperti biasa, hanya menghabiskan waktu sendirian untuk browsing dan mencari event-event terdekat yang menarik untuk dijangkau. Tetapi tidak ada yang menarik, yang jadi fokus sekadar event jobfair yang akan dilaksanakan disebuah kampus swasta malam minggu ini. Yak, tiba-tiba handphone jelek ini akhirnya rusak lagi dan kemudian, berhentilah saya untuk melakukan browsing-browsing lagi dan saya hanya bisa ndlangop. 
Yowislah.....

dan kemudian saya memutuskan untuk keluar rumah sejenak, menjangkau sudut kota Jogja dengan adik-adik lucu dan gemes yang sibuk jalan-jalan ke berbagai cafe yang menjamur di Jogja setelah 5 hari terakhir lelah dengan kuliahnya #curhatan pribadi. Tetapi justru masa masa kuliah itu adalah masa yang paling indah, tidak ada yang tidak indah, ya mungkin yang tidak indah adalah masa dimana ketika uang saku menipis, sehingga pintar-pintarnya kita memastikan menu dan hiburan tetap terpenuhi sampai kiriman datang lagi, haha.

balik lagi ke adik-adik gemes, eh salah, ke topik awal tentang cerita hidup, jadi sudah semenjak 6 bulan ada planning yang indah-indah, tetapi sedikit tertunda karena mungkin disiapkan hal lain yang lebih indah oleh Maha Pemilik Hidup, dan ya malem ini setelah sendirian jalan-jalan di kota Jogja, #akibat teman pada sibuk, dan pacar juga (emang ada yang mau?) haha akhirnya saya memutuskan untuk mencari wife eh wifi di salah satu cafe teman yang juga banyak dedek gemesnya., dan akhirnya saya kembali membuka kembali blog dan membaca sekilas caption tentaang.......teretetetetet. 

Pernikahan*
perlu banget di bold dan diberi baris khusus, secara umur sudah cukup tetapi masih ada kewajiban yang perlu dipenuhi dan sudah banyak teman mengirimkan undangan pernikahan-pernikahan mereka ;))

Ya saya membaca blog tentang lokasi pernikahan disini , blog milik salah satu blogger necis yang pergi-pergi dengan dalamannya tetapi blm membaca tentang berita pernikahannya (semoga masnya segera dilancarkan, hehe. *peace) . Juos ! itu yang terpikir setelah membaca tentang lokasi pernikahan di bali dengan konsep garden party. Disitu memang disuguhkan hospitality dan lokasi yang juara (gatau harganya gimana). Nah dari lokasi disitu, jadi inget deh rencana dengan pasangan untuk melaksanakan moment sakral sekali seumur hidup dengan konsep garden party dilokasi tersebut, (Mohon doanya semoga duitnya segera terkumpul) Aamiin...

Terlepas dari itu, tiba-tiba kembali sedikit topik yang lebih serius tentang hidup, perubahan dan pernikahan #tsah. Ya kita sebagai manusia biasa pasti boleh saja menuliskan rencana-rencana tersebut, namun hanya Tuhan yang memiliki hak untuk memberikan yang terbaik untuk kita. Ya kita memiliki rencana yang super indah menurut kita, tapi saat semua harus berubah ? mau gimana lagi, yakin aja bahwa rencana yang diberikan Tuhan Maha Sempurna. Perubahan itu sesimpel suasana yang dulu dirindukan untuk sebuah tawa bersama tentang rencana-rencana kita. Saya benar-benar rindu sebuah obrolan yang manis dengan seorang yang sangat spesial untuk menghabiskan waktu kedepan. Tetapi saya sadar, dirinya memiliki kehidupan sendiri dan mimpi-mimpi yang dia inginkan dan mungkin penggenapnya saat ini orang lain. lantas....ya saya hanya bisa mojok disini sendiri nulis topik galau tentang nikah. hahaha.

Balik lagi sedikit serius, kita memang tidak pernah tau apa yang terjadi kedepan, yang bisa kita lakukan hanya berusaha dan berdoa, (semoga saya ada didalam doa dan usahanya) aseeek. haha. dan pasrahkan setelah itu kepada pemilik hidup, Tuhan Yang Maha Esa. Berusaha mencari Modal (duit) untuk bisa nikah disitu juga perlu dilakukan bro, tempat spesial untuk orang spesial yang kita harapkan jadi pasangan kita kedepan. Aaamiiin.... karena jaman sekarang pada realistis, hahaha. Dan saya realistis mindernya saat saingannya orang orang yang berlebih secara masa depan dan harta. Karena saya tau, itu semua bisa membuat manusia merasa lebih nyaman. #penganut paham hidup karena cinta pasti pada protes. 

Yaa, saat ini yang saya syukuri setelah sedikit perubahan suasana 6 bulan terakhir yang terasa dan kesendirian hati yang benar-benar terasa sakit (lebay, mojok dikamar) saat ini saya bersyukur (meskipun masih sendiri main-mainnya) tapi saya dapat suasana yang positif itu lagi, dimana musik tawa dan obrolan obrolan dan canda dari positifnya pemuda-pemudi disini tentang idealisme benar benar mengobati. Ditambah secangkir campuran sepertiga kopi, susu, dan cream ini terasa lebih maknyuuuss.... aku benar-benar rindu suasana ini. Dan yang kurang cuma satu, orang spesial disebelah yang bisa diajak ngbrol bareng tentang topik-topik ini (baca:nikah) haha. Well, good convos with the loved ones is  more than peeeeeeeeerfeeeeeeeeect...


pada akhirnya, sedikit quote dari orang yang dianggap romantis karena novel romeo dan julietnya

“Do not swear by the moon, for she changes constantly. then her love would also change.”

Bahwa semuanya berubah, *eventhough I hope she's never changes with her love to love me *hasah.
Cuman yang namanya perasaan, kita ga pernah tau, haha... dan pada akhirnya semua punya jalannya masing-masing, semoga perubahan itu positif ! amiiin...

Goodnight dan selamat menikmati

#cheers, Serae, Jogja, 9.42 PM

Tuesday, 6 October 2015

Cukup dilengkapi dengan sebuah musik

Semenjak semesta berubah, warna diharapkan ada.

Kita baru saja berjalan dalam sebuah kenangan panjang dengan sebuah musik ditenteng dilengan
cahaya ufuk timur menjelang, kita bangun 2 jam lebih awal daripada disana.
aku mendambakan terang, sebuah kebahagian tanpa kekhawatiran
sebuah kenyamanan dari pelukan pelukan tanpa topeng

# cerita singkat

Thursday, 17 September 2015

Gelora

Senyum merah merekah bergelora
berwarna dan bermakna,
bukankah kita datang untuk memberikan arti ?
arti optimisme dari para penerusnya
----
kita mulai menyadari adanya sebuah makna
perbedaan datang untuk menjadi suara
suara yang memperkaya sebuah imajinasi dunia
tentang bangsa yang besar di khatulistiwa

kita datang untuk saling menggenapkan
menghadirkan jiwa-jiwa yang bersatu dalam sebuah keyakinan
keyakinan akan bangsa besar yang merdeka
tanpa tekanan dari negeri-negeri seberang

seperti apakah sebuah optimisme ?
tanya mereka yang tenggelam dalam sebuah asa lantas pergi
kita akan jawab mereka dengan pasti
bahwa optimisme itu, adalah gelora yang akan tetap membara
meskipun suara-suara itu akan dibungkam
tapi mereka akan tetap ada dalam keabadian

dan lantas, mereka kembali berseru, dapatkah sebuah bangsa akan abadi?
kita lantang bersuara, kita pasti ! abadi
dalam hunian hunian rumah positif yang terus timbul
dalam perbedaan yang saling menghormati
dan dalam semangat pemuda-pemudanya
untuk tetap...
bergelora....
bersatu...
menjadi satu...

Sunday, 6 September 2015

Kepada arti...

halo, selamat pagi
embun berencana menyentuh dedaunan semenjak petang menjelang
dia ingin agar disetiap pagi datang, kesejukan merapat kedalam tiap keadaan.
tapi...
Halo, selamat pagi
Burung-burung bersiulan bergantian membangunkan jiwa-jiwa baru
jiwa-jiwa segar yang lebih bermakna,
untuk bersiap memberi arti kepada hari baru mereka
tapi...

aku hanya bisa berharap,
terhadap hati yang ditinggalkan,
terhadap rasa yang mati,
terhadap pagi yang penuh ketakutan,

apa yang aku jalani saat ini ?
semoga menguatkan arti...